Kenali Audience Anda

Di dunia Sales dan Marketing, pada umumnya kita berbicara mengenai brand, produk, strategi, customer. Customer ini bisa disebut demikian karena secara harafiah sudah membeli, baik itu membeli sekali atau sudah berulang kali (pelanggan). Namun, sebelum menjadi customer, mereka ini biasa disebut prospek, atau juga market. Untuk bahasan kali ini, kita namakan mereka dengan sebutan Audience. Ada 3 tipe Audience yang bisa dikategorikan berdasarkan temperaturnya: COLD, WARM, dan HOT. Masing-masing Audience memiliki karakter dan cara penanganan tersendiri. COLD Audience, adalah prospek/market dengan kondisi mereka tidak tau apapun mengenai produk kita, bahkan tidak mengenal kita ("Siapa lu?", "Emang gue pikirin?"). Dengan kata lain, BLANK, kita hanyalah dianggap stranger (orang aring...eh asing). Seringkali, Cold Audience ini diperlakukan Hard-Selling, karena si Salesman/Marketer belum mengenali tipe Audience-nya, dan hanya berorientasi produknya harus laku. Alhasil, usahanya tersebut akan berujung penolakan, alias gagal. Analogi begini: Seorang lelaki naksir wanita cantik di jalan, langsung ngajak nikah. Si wanita tersebut pastinya nolak dan bilang "Gile lu, Ndro...." 

Bahkan pada kencan pertama Anda, sebaiknya tidak langsung to the point ngajak MERIT. Bisa-bisa malah Loe-Gue-End. Jadinya broken heart deh...Salam Ambyar! Ada hal yang perlu diperhatikan dari Cold Audience

  • Anda tidak dapat menawarkan solusi kepada mereka yang BELUM mengenal Anda. 
  • Bahkan, mereka sendiri mungkin tidak sadar bahwa mereka punya masalah. 

So, the key is AWARENESS

  • perkenalkan diri dan produk Anda 
  • berikan mereka value 
  • show off

Karena tujuan utamanya supaya Cold Audience ini Aware akan masalah dan solusi yang mereka butuhkan. Gimana dong supaya mereka Aware? Berikan sesuatu yang FREE dan mudah diterima oleh Cold Audience. Kita bisa berikan topik konten yang berisi: 

  • hiburan
  • edukasi 
  • inspirasi. 

Kontennya bisa berupa:

  • artikel dari blog, media sosial, riset 
  • video 
  • infografis dan foto 
  • majalan/buku digital 
  • podcast 

Nah, dari konten tersebut, GOAL utama kita terhadap Cold Audience yaitu membuat mereka Aware, bisa tercapai. 

So...sudahkan Cold Audience Anda naik temperaturnya menjadi WARM? Sudahkan Cold Audience Anda menjadi "Aware" akan problemnya dan butuh solusi? 

 

OK, berikut ini adalah mereka yang sudah menjadi WARM Audience Anda: 

  • mereka yang sudah Anda perkenalkan diri 
  • mereka mulai tertarik kepada Anda, mulai mengunjungi profil hingga menjadi follower ataupun subscriber 

Nah, sekarang setelah mereka menjadi "Aware", next step adalah tahap EVALUATION, dimana Warm Audience ini kemudian memikirkan pilihan akan solusi masalah mereka. It's time to collect Leads. How? Anda bisa gunakan konten gratis untuk mendapatkan kontak pribadi Audience Anda (e-mail, nomer pribadi), dengan opt-in, supaya penawaran bisa diterima. Konten tersebut biasa disebut lead magnet, berupa: 

  • resource yang berguna dan mengedukasi 
  • download software, e-book 
  • kupon diskon 
  • kuis, survei 
  • free webinar atau event 

Jadi, tujuan utama tahap EVALUATION ini adalah mengubah Audience Anda menjadi leads, melalui konten ataupun promo yang sudah ditawarkan sebelumnya. Dari e-mail dan nomer yang didapat, Anda bisa kembali sharing konten edukasi, hiburan, inspirasi. To keep them WARM

OK...setelah melakukan langkah Awareness terhadap Cold Audience dan Evaluation terhadap Warm Audience, bersiaplah menghadapi HOT Audience. Mereka ini adalah: 

  • customer yang sudah pernah membeli dari Anda 
  • market yang sudah mengenal Anda dan produknya dengan baik 

Saatnya melakukan CONVERSION terhadap Hot Audience Anda, saatnya Call-to-Action. Berikut adalah contoh yang bisa Anda lakukan untuk mengkonversi leads Anda menjadi active buyer

  • demo produk / free trial  
  • testimoni customer 
  • webinar / event 
  • mini classroom 

Tahap Conversion ini, selain menjual produk utama Anda, juga sekaligus Ascending untuk penawaran Anda yang lebih tinggi nilainya (bundling). Kita bisa liat contohnya di gerai fast-food, customer yang sudah membeli paket makanan akan ditawari lagi untuk membayar sejumlah uang agar mendapatkan bonus CD musik artis tertentu. Jadi goal Anda adalah membuat customer membeli produk yang lebih tinggi nilainya, ataupun lebih sering. So...jangan salah mengenali Audience Anda ya, dan ketahui tahapan menanganinya. 

 

Comments