Secara harafiah artinya
Tangga Nilai, yang fungsinya untuk menyusun bisnis Anda agar target
Audience Anda tertarik sesuai tahap pertumbuhan mereka. Caranya adalah
dengan membuat promo yang berjenjang dimulai dari tingkat dasar berupa
promo gratis (e-book, video), kemudian meningkat ke promo berbayar
(upsell) yang diikuti nilai tambahnya.
Value Ladder ini penting
karena Anda memiliki peluang lebih banyak untuk terhubung secara erat
dengan berbagai target Audience seiring pertambahan nilai yang Anda
tawarkan ke mereka.
Contoh sebagai berikut:
- tangga dasar: e-book/video/webinar gratis
- tangga ke-1: promo kursus singkat 2 jam Rp 250 rb
- tangga ke-2: promo membership Rp 100 rb per bulan (upsell level 1)
- tangga ke-3: promo training 2 hari Rp 2 juta (upsell level 2)
Dan seterusnya.
Jadi
bisa dibayangkan ketika Anda hanya mempunyai produk X seharga Rp 250
rb, tanpa ada opsi menggunakan Value Ladder. Customer membeli produk
tersebut seharga Rp 250 rb. Bingo, done deal. Tapi bagaimana dengan
customer Anda yang hanya mempunyai budget Rp 100 rb, atau bahkan Hot
Audience dengan budget Rp 600 rb? Menawarkan Hot Audience tersebut
dengan produk X tanpa upsell, Anda kehilangan Rp 350 rb.
Itulah mengapa Value Ladder penting.

Comments
Post a Comment